contoh paper “Filsafat Pancasila Menurut Soekarno(falsafah gotong royong) “

PENDIDIKAN PANCASILA

 

FILSAFAT PANCASILA MENURUT SOEKARNO

(Falsafah Gotong Royong)

Disusun Oleh :

Nama                   : Putri Fidya Handayani

NIM                     : 155030100111034

Prodi                    : Ilmu Administrasi Publik

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2015

ABSTRAKSI

Siapa yang  tidak kenal pemimpin kharismatik sekaliber Ir. Soekarno, selain memukau dengan pidatonya yang mampu membakar dada rakyat Indonesia, beliau juga aktif dalam perjuangan melalui media tulisan banyak berbagai pemikiran beliau yang dituangkan ke berbagai tulisan yang menunjukan seluruh media apapun digunakan beliau sebagai alat perjuangannya.Soekarno berbicara tentang penderitaan rakyat setelah tiga setengah abad dihisap koloni Belanda. Ia juga berbicara mengenai pendirian Partai Nasional Indonesia dan pergerakan yang dipercayainya dapat membebaskan Indonesia dari kolonialisme dan imperialisme. Diantara buku yang paling monumental Soekarno adalah buku “Di Bawah Bendera Revolusi Jilid I “ di mana isinya adalah kumpulan dari butir-butir gagasan beliau terhadap Indonesia yang dicita-citakan, serta ada beberapa pidato kenegaraan dari sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia, diantaranya ada tulisan Islam sontoloyo, menuju Indonesia merdeka, marhaen dan marhaeni, genghis khan maha imprealis asia dan sebagainya. Ir Soekarno dalam tulisan Islam Sontoloya, mengkritik habis-habisan terhadap islam yang cenderung tidak didasarkan kepada ajaran Islam yang sejati, akan tetapi sudah terjadi sinkritisme antara ajaran Islam dengan kebudayaan pribumi sisa-sisa pemikiran animisme, dinamisme, hindu dan budha, sehingga melahirkan islam-islam kejawen yang cenderung kolot yang menjadi dasar mengapa umat islam tertinggal dalam segi sains, teknologi dan sebagainya.

PENDAHULUAN

Ir.Soekarno memiliki sebuah gagasan dasar yang kelak akan menjadi landasan konsep kebangsaan Indonesia. karena memuat sebuah gagasan dasar yang kelak akan menjadi landasan konsep kebangsaan Indonesia. sebuah fakta sejarah dimana pergerakan nasional saat itu sulit mencapai kristalisasi perjuangan akibat tidak mampu bersinerginya kekuatan-kekuatan nasional yang ada. Sehingga pergerakan nasional menjadi parsial dan cenderung fragmentatif. Untuk itu, Bung Karno merasa perlu menyatukannya, dengan harapan gerakan dapat kembali massif melawan imperium kapitalis.
Langkah yang dipakai Bung Karno dalam upaya menyatukan tiga kekuatan tersebut sangatlah brilian karena ia berhasil membedahnya dalam perspektif masing-masing kekuatan. Sehingga kesamaan-kesamaan prinsip kembali ditemukan dan ditegaskan untuk kemudian disatukan sebagai satu keharusan sejarah (historische notwendigkeit).

Di Bawah Bendera Revolusi jilid I menjadi karya Soekarno yang paling populer. Buku ini diterbitkan pertama kali oleh sebuah panitia penerbitan resmi dari Departemen Penerangan yang dipimpin Mualiff Nasution, 17 Agustus 1959. Tebal 650 halaman, berisi 61 tulisan Soekarno antara 1926 dan 1941.

ISI

Dalam buku Dibawah Bendera Revolusi yang ditulis oleh bapak proklamator pada tahun 1926, membahas mengenai tiga hal, yaitu Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.Kekuatan yang pertama dibedah Bung Karno adalah nasionalis. , bung Karno mengawalinya dengan menceritakan sejarah munculnya paham nasionalisme dengan mengutip pernyataan Ernest Renan dan seorang filusuf Perancis dan Otto Bauer (kelompok Austromarxis). Renan memunculkan satu teori bahwa munculnya satu bangsa karena adanya perasaan ingin hidup bersama (bersatu). Sementara Bauer menyatakan bahwa munculnya suatu bangsa itu bukan semata-mata hanya karena adanya kesamaan ras, bahasa, suku, agama ataupun kebutuhan, tetapi lebih dari itu, timbulnya bangsa karena adanya kesamaan riwayat (sejarah) bersama. Dan teori Renan dan Bauer ini ternyata relevan di kemudian hari dengan sejarah berdirinya bangsa Indonesia atas kesamaan nasib (sejarah) sebagai bangsa yang tertindas. Dalam perkembangan faham nasionalisme berikutnya, ternyata bung Karno tertarik dengan nasionalismenya Gandhi. Ketertarikanya didasarkan pada pemikiran Gandhi yang memanifestasikan rasa nasionalismenya dengan mencintai manusia dan kemanusiaan (humanisme), tanpa membedakan ras, suku maupun agama (pendek kata universal). Dari pemikiran Gandhi ini, kemudian bung Karno menyempurnakannya lagi, yang dikemudian hari akan menjadi roh kaum nasionalis Indonesia. Penyempurnaan itu dilakukan dengan cara menambah dua bagian lagi dari makna nasionalismenya Gandhi, yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
Bagian pertama : rasa cinta tanah air harus berdasarkan manusia dan kemanusiaan (sama dengan Gandhi).
Bagian kedua : rasa cinta tanah air harus bersendikan pengetahuan atas perekonomian dunia dan riwayat (sejarah).

Bagian ketiga : rasa cinta tanah air Indonesia bukanlah copy (tiruan) dari nasionalisme barat. Maksud Sukarno adalah, nasionalisme Indonesia tidak boleh bersifat chauvist sebagaimana yang terjadi di dunia barat (eropa)

Setelah membedah hubungan nasionalisme dan marxisme, yang terakhir, bung Karno mencoba membedah hubungan antara Islamisme dan marxisme. Secara lugas bung Karno dapat menjelaskan bahwa ajaran-ajaran pokok marxisme pada dasarnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, justru sebaliknya malah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Islam itu sendiri.
Salah satu hal yang dikemukakan bung Karno adalah tentang masalah “teori nilai lebih” (surplus value/meewaarde). Nilai lebih yang selama ini menjadi dasar pemikiran kaum marxis dalam upaya memperjuangkan kaum buruh tersebut pada dasarnya tidak jauh beda dengan apa yang diistilahkan dengan riba dalam hukum Islam. Teori nilai lebih itu menjelaskan bagaimana nilai kerja yang dikeluarkan kaum buruh tidak sebanding dengan upah yang ia peroleh. Sebaliknya keuntungan dapat diperoleh secara berlipat-lipat oleh para pemilik modal. Inilah faktor keadilan yang digagas Marx dalam konsep teori nilai lebih itu. Dan menurut pandangan hukum Islam, nilai lebih atau riba, atau mengambil keuntungan dari yang bukan haknya, adalah satu hal yang dilarang oleh agama. Dan bung Karno menyitirnya dari salah satu ayat Al-Qur’an (al-Imran 129).
Bung Karno mengakui bahwa antara kaum Islam dan kaum marxis tetap memiliki perbedaan, khususnya mengenai asasnya. Jika Islam berasaskan spiritualisme, marxisme berasaskan materialisme. Namun bagi bung Karno perbedaan itu tidaklah menjadi halangan, selama cita-citanya adalah sama-sama sosialis dan musuhnya sama-sama kapitalis. . Di akhir tulisan, bung Karno sempat memunculkan tiga nama yang dianggap representasi tiga kekuatan, yaitu : Oemar Said Tjokroaminoto, Sema’oen dan Tjipto Mangunkusumo.
Sema’oen mewakili kaum marxis melalui Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berdiri sejak 1920 dari rahim de Indische Sociaal Democratiesce Vereeniging (ISDV 1917). Dan terakhir Tjipto Mangunkusumo yang mewakili kelompok nasionalis melalui Boedi Oetomo yang berdiri sejak tahun 1908. Beberapa catatan sejarah menyatakan bahwa hubungan antara PKI dan SI telah terjalin erat sejak tahun 1917. Kedekatan SI dengan kaum marxis inilah yang kemudian membuat SI terpecah menjadi dua yaitu “SI merah” dan “SI putih”. Orang-orang yang selama ini merangkap keanggotaan dalam SI dan PKI, setelah terkena disiplin partai oleh Tjokroaminoto, akhirnya dikeluarkan dari SI. Orang-orang yang dikeluarkan tersebut mereaksinya dengan cara mendirikan SI merah (SI yang berbau marxis) dengan tokoh-tokohnya seperti Sema’oen, Mas Marco Martidikoro dan Haji Misbach, yang poros gerakannya dipusatkan di Semarang Jateng.

KESIMPULAN

Secara umum buku Dibawah Bendera Revolusi adalah salah satu buku nasional yang wajib di baca, karena berbagai macam manfaat dan kelebihannya serta juga kita dapat melihat dan meninjau kembali gagasan-gagasan beliau yang mungkin masih relevan dalam menghadapi tantangan di zaman sekarang ini, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya khususnya pemikiran tokoh-tokoh yang bersejarah seperti si penyambung lidah rakyat sang panglima besar revolusi Indonesia Ir.Soekarno, marilah kita melihat hikmah yang ditawarkan beliau bukan bergumul sekedar membahas kekurangan dan ketidaksempurnaan beliau setidaknya tak dapat dipungkiri Soekarno adalah salah satu anak terbaik bangsa ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/05/19/LU/mbm.20080519.LU127199.id.html

https://tofikpr.files.wordpress.com/2014/03/dibawahbenderarevolusi-1.pdf

https://strez.wordpress.com/buku-blog-gratis-anticopyright/dibawah-bendera-revolusi-2/dibawah-bendera-revolusi-jilid-1/


		
Iklan

About putrifidya

Nama lengkap : Putri Fidya Handayani panggilan : Putri Ttl : Pati,8 Juli 1997 Alamat Rumah : Pati,Jawa Tengah Alamat sekarang : Jl.Kertosentono No.200w, Malang, Jawa Timur Riwayat Pendidikan : 1.SDN Tambahagung 03 2. SMPN 2 Kayen 3.SMA N 1 Kayen 4. Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Administrasi Prodi Ilmu Administrasi Publik Hobi : Menari Motto : Man Jadda Wa Jadda

Posted on Oktober 24, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: